MASYARAKAT BEUTONG TOLAK PENAMBANGAN EMAS

Serambi Indonesia / Senin, 1 April 2013 10:54 WIB

010413_10-delegasi nagan

BANDA ACEH – Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kecamatan Nagan Raya, menolak kehadiran perusahaan tambang emas PT Emas Miniral Murni (PT EMM) beroperasi di daerah mereka. Kehadiran perusahaan tambang emas di kawasan tersebut dinilai selain dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, juga tidak ada warga lokal yang dipekerjakan di perusahaan itu.

Sementara pihak PT Emas Mineral Murni yang dikonfirmasi Serambi mengaku selama ini hubungan antara perusahaan dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang, sama sekali tidak ada masalah. Pihak desa dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang juga belum pernah menyampaikan persoalan apapun terhadap pihak perusahaan, karena memang belum pernah ada masalah. Bahkan komunikasi dengan masyarakat dan pihak perusahaan juga berjalan lancar.

Dalam surat keputusan musyawarah tokoh masyarakat yang ditandatangani para keuchik dan tuha peut empat gampong dalam Kecamatan Beutong Ateh Banggalang, dan diserahkan ke Redaksi Serambi di Banda Aceh, Jumat (29/3) siang, disebutkan bahwa seluruh elemen masyarakat setempat sudah menggelar musyawarah, dan menyepakati sejumlah hal berkaitan dengan kehadiran PT EMM.

Pertama, mereka menolak PT EMM membuka lokasi tambang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kedua, menolak kelanjutan izin eksplorasi PT EMM. Dan ketiga, apabila PT EMM bersikeras mendirian tambang ataupun kegiatan lain yang berkaitan dengan pertambangan, maka masyarakat akan menghentikannya secara paksa.

Surat keputusan musyawarah tokoh masyarakat tersebut antara lain ditandatangi oleh Keuchik Blang Puuk Ishak Yakob, Sekdes Blang Meurandeh Muslim, Kuechik Kuta Teungoh Abd Rafar, dan Keuchik Babak Suak TR Mukmin. Selain itu juga diteken oleh Ketua Tuha Peut Blang Puuk Tgk Sulaiman, Ketua Tuha Peut Blang Meurandeh M Yakob, Ketua Tuha Peutr Kuta Teungoh, dan Ketua Tuha Peut Babah Suak TR Meurah.

Ketua Tuha Peut Blang Puuk Tgk Sulaiman dalam pertemuan dengan Redaksi Serambi yang diterima Wakil Pemimpim Redaksi Nasir Nurdin, dan Redaktur Serambi Barat Yusbi Affan, serta Eksekutif Manajer Radio Serambi FM, Nani HS menjelaskan, kehadiran perusahaan tambang emas di Beutong Ateuh Banggalang selain tidak bermanfaat bagi masyarakat, juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

“Selain masyarakat tidak diberi kesempatan kerja di perusahaan itu, kehadiran perusahaan tambang emas juga dapat merusak lingkungan akibat penggunaan merkuri. Karena itu kami masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menolak PT Emas Mineral Murni membuka pertambangan di daerah kami,” tandas Tgk Sulaiman yang diiyakan Tgk Malikul Aziz, Said Jauhari, dan lima tokoh masyarakat lainnya yang bertandang ke Serambi.(usb)

Baik-baik Saja

HARRY Widyantoro selaku Manager Media Relation PT Emas Mineral Murni yang dikonfirmasi Serambi melalui saluran telepon selular pada Minggu (31/3) sekitar pukul 13.30 WIB mengaku selama ini hubungan antara perusahaan dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya itu sama sekali tidak ada masalah.

“Hubungan kami selama ini dengan masyarakat baik-baik saja, makanya kami heran kok tiba-tiba ada surat penolakan yang dikirim ke redaksi media,” kata Harry.

Harry yang melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah pihak perusahaan kemarin mengaku juga tak pernah tahu terhadap persoalan itu. Karena selama ini program yang dijalankan termasuk program CSR di masyarakat juga berjalan lancar.

Apalagi pihak desa dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang juga belum pernah menyampaikan persoalan apapun terhadap pihak perusahaan, karena memang belum pernah ada masalah. Bahkan komunikasi dengan masyarakat dan pihak perusahaan juga berjalan lancar. “Makanya kami heran mengapa bisa begini, namun kami akan cari tahu apa sebabnya untuk kita lakukan musyawarah,” pungkas Harry.(edi)

Kami belum Tahu

PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal yang dikonfirmasi Serambi, kemarin secara terpisah mengaku Pemkab setempat belum pernah mengetahui bahwa terdapat empat kepala desa dan perwakilan masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang menolak operasionl perusahaan tambang di kawasan dataran tinggi tersebut.

Karena selama ini Pemkab belum pernah mendengar dan sama sekali belum mendapatkan laporan bahwa masyarakat menolak adanya penolakan tersebut. “Kami akan cari tahu dulu apa sebabnya, karena persoalan ini baru kali ini kami dengar,” katanya.

Namun Samsul Kamal mengaku perusahaan tambang emas PT Emas Mineral Murni (EMM) milik Media Group tersebut saat ini masih dalam tahap eksplorasi dan belum pada tahap eksploitasi.(edi)

Editor : bakri

Pos ini dipublikasikan di KLIPING MEDIA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s