A MINUS ONE, SATU LAGI BAND ANAK ACEH

Serambi Indonesia / 24 Januari 2010, 11:28

Utama

Grup band A Minus One. SERAMBI/DOK

MENURUT rencana, A Minus One akan memulai tour promo-nya dari Aceh, sebelum ke kota-kota lain di Indonesia. “Ya kalau mungkin dari titik nol Indonesia, dari Sabang,” harap Koci sang vocalist yang satu-satunya personel non-Aceh dari grup band A Minus One yang dibentuk 12 September 2008.

A Minus One berarti, Aceh kurang satu. Empat personelnya berasal dari Aceh. Adril pada gitar 1, Dian (gitar 2), Apuk (bass), dan Izal pada drum. Hanya Koci yang berasal dari Jakarta. Koci, satu-satunya perempuan di A Minus One ini, tadinya bukan penyanyi. Ia pencipta lagu untuk grup mereka, ketika A Minus One masih dengan formasi lain dengan nama band lain. Manakala penyanyinya mengundurkan diri, formasi itu diserahkan pada Koci, dan kini bertugas gandalah ia. Sebagai penyanyi, juga pencipta lagu.

Bagaimana kwartet pemuda A Minus One dari Aceh sampai “terdampar” ke belantika musik? Sekitar tahun 2006, Adril, Dian, Apuk, dan Izal bertolak ke Jakarta. Empat sekawan ini (dua orang sengaja meninggalkan bangku kuliah di Unsyiah, satu anak kantoran, dan satu lagi personel salah satu band lokal), nekad mengadu nasib ke Jakarta, tanpa backing, “pelicin” atau apalah namanya.

Tapi sesampai di Ibukota, ternyata semuanya tak segampang yang mereka kira. Pergulatan untuk masuk dan diakui sebagai grup musik nasional, sangat berat. Beberapa kali mereka tampil di beberapa acara, taklah cukup untuk sebuah pengakuan. Belantara musik Indonesia sangat lebat untuk mereka terobosi. Ya, seperti syair lagu, “sapa suruh datang Jakarta…”.

Menurut Koci yang Sabtu pekan lalu bertandang ke Serambi, proses kreatif mereka sampai bisa bekerja sama dengan salah satu provider telepon selular, dan merekam CD promo di JR Music Indo, sungguh perlu kerja keras. Mereka beberapa kali ditolak perusahaan rekaman, walau pada akhirnya, setelah JR bersedia, barulah ada perusahaan record lain yang melirik A Minus One.

“Untuk diakui sebagai musik nasional, kita juga harus mengumpulkan download RBT (ring back tune-red) satu juta lebih loh Mbak,” sebut Koci. Namun bagaimanapun juga, Koci cs merasa harus optimis untuk memenangkannya, sebagaimana lagu-lagu dalam mini album mereka yang bertajuk Kedua Kali, sengaja memuat lagu-lagu gembira beraliran pop alternatif. “Bagi kami, sedih-sedih itu tidak penting. Hidup harus dijalani dengan gembira. Apa pun yang terjadi, dibawa senang aja. Begitupun lagu-lagu kami,” kata Koci bersemangat.

Lima lagu produksi perdana A Minus One adalah Muka Tembok (nomor andalan), Sahabat, Cinta Sederhana, Nikmati Saja, Workaholic VS Shopaholic. Menyimak CD Promo berisi nomor Muka Tembok, memang tak sedikitpun ada warna keacehan. “Kami memang tampil dengan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Memang sih, untuk album kedua Insya Allah kami akan memasukkan unsur etnis, misalnya seurune kale. Yang jelas bukan syairnya, tapi musiknya. Nantilah kita liat dulu,” kata Koci sembari membeberkan bahwa mulanya lagu-lagu mereka ditolak-tolak, dibilang jelek, dan proses mixing-nya bertele-tele.

Namun begitulah, ketenaran belum di tangan, karena perjuangan memang belum selesai. Sementara ini, A Minus One sudah mendapat wadah promo klip di salah satu televisi swasta Tanah Air, plus akan performing di TV yang sama, dalam waktu dekat. Setelah itu, A Minus One, ke tahap grand lounching. Walau begitu tentu sudah pantas kita ucapkan selamat bukan?

(nani hs)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.

Pos ini dipublikasikan di BERITA NANI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s