LIZA AULIA “MENANTI” DESEMBER DI MAGELANG

Serambi Indonesia / 1 November 2009

LAMA tak terdengar kabar dan kiprahnya di dunia panggung atau rekaman, rupanya pelantun Kutidhieng, Liza Aulia, hijrah ke Magelang, Jawa Tengah, sejak hari meugang Ramadan 1430 Hijriah lalu. Wah, sekadar ‘menanti’ Desember, harus jauh-jauh meninggalkan tanah kelahiran? Itulah keputusan Liza, ketika meninggalkan Banda Aceh. Ia berangkat ke negeri Menara Kudus itu, khusus untuk menyambut buah hatinya yang kedua, yang diperkirakan lahir pada Desember tahun ini.

Ada satu alasan prinsipil mengapa Liza “berdesember ria” di Magelang. “Saya ingin ditunggui suami, ketika melahirkan nanti. Soalnya waktu anak pertama saya lahir, Khansa Atifa, saya di Aceh, suami saya bertugas di Ambon. Walau saya ditunggui keluarga besar, tapi lain rasanya tanpa suami,” ungkap Liza kemarin petang kepada Serambi dari seberang telepon, dengan nada bersemangat.

Tidak saja dari suaranya yang terdengar prima, Liza mengaku kali ini dia bagai sedang tidak berbadan dua saja, kecuali, berat badannya yang bertambah sepuluh kilogram. Atau, ketika mengetahui hamil lagi, mulanya Liza agak was-was karena si bungsu baru berusia tujuh bulan, tapi dirinya sudah mengandung lagi. Namun tak lama, Liza sadar, bahwa itu rezeki dari Allah swt, dan harus dijalani dengan tawakal.

Sekarang, Liza merasa sehat, stabil, dan tidak mengalami masa mengidam, layaknya perempuan hamil pada umumnya. Malah ketika usia kandungannya baru tiga bulan, Liza sanggup ikut syuting pembuatan sebuah video clip. Ini, beda nyata ketika mula-mula mengandung si sulung Khansa, yang sekarang sudah mulai suka dan ikut-ikutan menyanyi seperti mamanya.

“Bayangkan kak, waktu itu saya ngidamnya manacam-macam. Ya, mie Aceh, mi kocok lah. Nah, di Ambon, mau cari dimana makanan seperti itu? Entah kenapa saya kepingin sekali waktu itu. Akhirnya, saya baru bisa menyantap mi Aceh dan mi kocok, waktu nujuh bulanan di Banda Aceh,” ungkap Liza sambil tertawa kecil, mengenang kengidamannya itu. Dia bersukur, kali ini tak melalui masa sulit seperti itu, bahkan tak sama sekali mengidamkan getuk Magelang atau ketupat tahu, makanan khas Magelang, misalnya.

Belajar mandiri
Di perantauannya kali ini, Liza berharap persalinan keduanya nanti berjalan lancar dan normal. Lagi pula Liza ingin belajar mandiri mengurus anak dan rumah tangga. Termasuk repotnya mengurus Khansa yang baru 14 bulan, di saat dia sendiri sedang hamil tua. Hingga saat ini, sejumlah keperluan bersalin telah dipersiapkannya. Liza khusus memilih warna-warna netral. Tidak untuk bayi perempuan atau laki-laki. Apalagi hingga kemarin Liza belum mengetahui jenis kelamin calon bayinya.

Memang di hati kecilnya, Liza menginginkan bayi laki-laki. Namun ia percaya Allah swt akan memberikan yang terbaik dan terpantas bagi dia dan suaminya. Kalau ada umur panjang, apakah Liza dan suaminya, Fakhroel Muhadi, juga menginginkan anak-anak mereka menjadi penyanyi? “Lihat nanti saja. Yang jelas, kebetulan keluarga saya dan suami senang berkesenian,” kata Liza sembari tertawa. Itu artinya, Liza tetap akan terus melakoni karir sebagai penyanyi, setelah melahirkan nanti?

“Ya, insyaallah, enam atau tujuh bulan setelah melahirkan, saya akan rekaman album baru lagi bersama Pak Syekh Ghazali LKB. Saya berharap, nanti kami bisa mengeluarkan album etnis seperti Kutiding. Saya suka album corak begitu. Ya syairnya, melodinya, musiknya. Relatif berbeda dengan album lain pada umumnya.” pungkas Liza Aulia.

(nani hs)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.

Pos ini dipublikasikan di TULISAN LEPAS. Tandai permalink.

3 Balasan ke LIZA AULIA “MENANTI” DESEMBER DI MAGELANG

  1. mady_lgs berkata:

    ureung ACHEH buena pegangan bacut..

  2. nanihs berkata:

    Trims, sudah baca Gerai Nani HS Salam

  3. Wanduhr berkata:

    I am so happy to read this. This is the type of manual that needs to be given and not the accidental misinformation that’s at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s