CUPA, BAND “ETNIS” NAN RELIGI

Tabloid Prohaba, 16 Maret 2008

Mendengar CUPA Band lewat kaset perdana bertajuk Agam Sidroe,  memang “Aceh sekali”. Bukan hanya sebuah album yang mengangkat lagu-lagu berbahasa Aceh, namun CUPA tampil dengan pendekatan religi.

Bagi para perantau Aceh, album ini agaknya mampu mengobati sakit rindu kampung halaman. Tak lain, karena CUPA mengangkat bahasa Aceh dengan dialeg Aceh yang tepat, bercerita tentang keseharian Aceh, dan tak lupa menyisipkan ragam syair Aceh.  Lagu-lagu garapan CUPA (beberapa di antaranya cipt. NN, ibarat wajah lain dari syair Aceh.

Mengolaborasi alat musik Aceh dengan  unsur modern memang bukan ide baru. Sudah banyak orang yang mendahuluinya, bahkan kaliber dunia. Namun, di tengah banyak grup band para muda yang lebih memilih aliran rock atau metal,  apa yang dilakukan CUPA Band memang patut dihargai.

Sebagai lambang “kejantanan”nya, tentu CUPA tidak hanya memborong lagu-lagu melo di album Agam Sidroe yang memuat sepuluh nomor itu. Tetap saja ada lagu “macho”. Sebut saja nomor Nanggroe Ube Ok Cipt: Aminin M Zein (alm), yang aransmentnya ngerock, tapi masih terasa religius.

Lalu, pembubuhan piano pada intro pembuka Bungong, malah membuat nomor ini  menjadi produk yang universal. Percayalah, ada orang nonaceh yang mau mendengar lagu Bungong, terlebih para penyuka tembang-tembang melankoli. Bukankah lagu berbahasa apapun, tetap saja universal sifatnya, paling tidak didengar untuk menikmati melodinya? Lagu-lagu Agam Sidroe tidaklah “terpencil” dari telinga kita.

Yang tetap pantas di-support adalah sisi komitmen kebahasaannya. Dengan personel yang masih terhitung pemuda,  CUPA tetap menjaga etika berbahasa. Kita tahu, banyak lagu berbahasa Aceh era kini terutama ragam dangdut house, yang masih berani berbahasa vulgar,  padahal Nanggroe Aceh Darussalam ada dalam bingkai syariat Islam.

Agaknya CUPA sadar akan hal itu.

Untuk format lagu berkasih-kasihan,  CUPA mengumbar kata cintanya,  dengan lambang-lambang. Simaklah, perumpaan atau simbol-simbol dalam Bungong yang mengalir dengan  taste artistik dan puitik.

CUPA juga tetap berani dengan satirenya. Sindiran itu ada dalam  nomor Tho Kreng (sisi B Agam Sidroe). Tho-tho kreng/Diureng malem tanna soe pakat// Sayang leupah that/ Buaya krueng  taho teubingon/ buaya tamong raseuki jiba// Hai buaya tamong yang cue raseuki// Neu preh keu meuturi di Yaumil Maghsya//

Kendati begitu, kehati-hatian CUPA belumlah mumcul seratus persen. Pasalnya masih ada satu dua lirik  yang mengadopsi kata dari bahasa Indonesia.  Misalnya, dalam nomor Bungong, CUPA menyebut sibu dengan kata siram.

So, kecuali kata selamat karkarya,  pantas juga kita katakan selamat sukses untuk grup band kelahiran  20 Oktober 2002 asal Kampus IAIN Ar-Raniry (berawak Joel Pase pada vocal, Syahrul, Hanafi, Ridhan Nur pada Rapa-i, Munawir pada gitar, Yoel pada drum, dan Win Axan pada bass, plus additional palyer keyboard, gitar, dan rapa-i masing-masing Adi, Sukma, Badri dan Saiful) ini. Sebab sebentar lagi kelompok yang rata-rata sudah tamat dari IAIN Ar-Raniry ini bakal merilis albumnya dalam kemasan VCD/DVD.

Nah, namun begitu sampai saat ini CUPA tak berani  dijuluk sebagai grup pengusung bentuk kontemporer, alternatif, pop, apalagi etnik Aceh. CUPA merasa masih “anak bawang”.

Satu saja cita-cita CUPA. Belajar dan tetap berkarya untuk masyarakat. Sama dengan makna kata cupa sendiri, yang dalam bahasa Aceh bermakna kurang atau sedikit, maka CUPA pun masih merasa serba kurang, apalagi untuk disandingkan dengan seniman senior Aceh. “Pokoknya kami ingin tetap eksis, dan sampai kapan pun selalu bisa bersama. Itu saja,” kata Joel Pase sang penyanyi CUPA yang kebetulan bertandang ke News Room Serambi.

(nani hs)

 

 

 

 

Pos ini dipublikasikan di TULISAN LEPAS. Tandai permalink.

11 Balasan ke CUPA, BAND “ETNIS” NAN RELIGI

  1. Aulia berkata:

    Lon yang paleng galak that jino hit Doa Syuhada ngon Wamulee.
    Indah lagoeina…
    Selamat keu Cupa Band..
    bektuwe album keudua Kamoe Preh Nyoe.

  2. b. ramdany berkata:

    assalamualaikum …

    maaf Ka Nani, saya saat ini sedang membuat karya tulis sebagai syarat kelulusan S1. objek yang saya teliti adalah salah satu pantun dari Nangroe Aceh yang berjudul dodaidi, namun saya sangat kesulitan untuk mendapatkan referensi mengenai hikayat pantun tersebut khususnya dan Aceh pada umumnya. sudilah kiranya ka Nani membantu memberikan referensi yang saya perlukan.

    sebelum dan sesudahnya saya haturkan terimakasih yang tek terhingga.

    wassalam,
    b. ramdany

    nb; cuplikan lirik lagu dodaidi

    dodaidi

    Allah haido dodaidi
    Boh gadong bi boh kaye uteun
    rayeuk sinyak Hana pu ma bri
    Ayeb ngon keuji ureung donya kheun

    Allah hai dodaidang
    Seulayang blang ka putoh talo
    Beurijang rayeuk meudah seudang
    Ta jak bantu prang tabela naggroe

    Wahe aneuk bek tadole
    Beudoh sare tabela bangsa
    Bek takot keudarah ile
    Adakpih mate poma ka rela

    Jak lon ta teh meujak lon tateh
    Beudoh hai aneuk tajak u aceh
    Meube bak on kameube timphan
    Meube badan bak sinyak aceh

    Allah hai po i lahon hak
    Gampong lon jarak han troh lon wo
    Adakna beule ulon tereubang
    Mangat rijang troh u naggroe

    Allah lon jak timang preuk
    Sayang riyeuk disipreuk pante
    ’Oh rayeuk sinyak yang puteh mepreuk
    Toh sinaleuk gata boh hate

  3. b. ramdany berkata:

    maaf saya lupa melampirkan japri saya:
    ka Nani bisa kontak saya di bamdany@yahoo.com

    wassalam,
    bambang ramdany
    Universitas Islam Bandung

  4. Fahmy berkata:

    6ooD Luck 4 Cupa..!

  5. Waty berkata:

    Wah, asli keren abiz lagu2@, dua jempol bt cupa band:-) terus berkarya mencetak prestasi di dunia seni anak negeri…

  6. Gurei berkata:

    hai pat jeut ta download lagu2 cupa teuman,..?
    kamoe yang tinggai jioh dari nanggroe koen meuhuet chiet🙂

    saleum

  7. nanihs berkata:

    Alah hai Adek Meutuah. Hana lon tupat pat jeut ta download lagu awak Cupa nyan. Leumboi talipun awak nyan nyang na bak lon pih ka gadoh. Neu peume’ah lon beh. Teurimong geunaseh.

  8. abang loen keme tayoeng kiban jet sukses lage awak droe..sbab loen cukop mehet keme me lagu lage awak droe…kerna lagu cupa mengharum adad yang na di aceh dan shyariat..selamat sukses
    buat cupa band

  9. moureshall berkata:

    loen paleng galak lagu sen ngoen lagu beumeusaboh,,,,,,,,
    ureung atjeh memang berbakat tapi le bakat aneuk nanggroe yang hana tersalurkan…bayangkan permainan gitar ngoen rapai kalah awak hijau daun,peterpan…….
    jroh untuk cupa…..
    saleum aneuk nanggroe

  10. nanihs berkata:

    Teurimong genaseh kalheuh Nebaca tulesan lon. Saleum.

  11. ceudah1 berkata:

    bu nani, awak cupa na website peu han? atau blog? kureung that info ttgk awaknyan..

    saleum
    moersalin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s